Kunjungan Dirjen Migas ESDM ke SPBE Petras Tanjung Priok, Pastikan Suplai LPG Optimal
Kunjungan Dirjen Migas ESDM ke SPBE Petras Tanjung Priok, Pastikan Suplai LPG Optimal
Jakarta, 4 April 2026 – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang dikelola oleh PT Pertamina Trading and Services (Petras) di Tanjung Priok, Sabtu (04/04).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kementerian ESDM dalam memastikan penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) kepada masyarakat berjalan optimal, aman, dan sesuai standar. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Migas didampingi oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Sentot Harijady.
Rombongan Kementerian ESDM disambut oleh Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, bersama jajaran manajemen, antara lain VP Retail Gas Sales PT Pertamina Patra Niaga, Aji Anom Purwasakti; Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Freddy Anwar; serta Direktur Marketing dan Operasi PT Pertamina Trading and Services, Rully R. A. Wibowo.
Dalam kunjungannya, Laode Sulaeman mengapresiasi pengelolaan SPBE oleh Petras yang dinilai telah memenuhi standar operasional yang baik.
“Pertamina Trading and Services (Petras) mampu menjadi role model dalam pengelolaan SPBE di Indonesia yang telah menerapkan standar Pertamina Way. SPBE seperti ini perlu terus ditingkatkan jumlahnya di berbagai daerah,” ujar Laode Sulaeman.
Direktur Marketing dan Operasi PT Pertamina Trading and Services, Rully R. A. Wibowo menyampaikan, Petras saat ini mengelola dan mengoperasikan 23 unit SPBE PSO dan 3 SPBE non PSO dengan segmentasi produk LPG berkapasitas bervariasi mencakup 3 kg, 5,5 kg, 12 kg dan 50 kg. “SPBE kami tersebar di Indonesia dari Aceh hingga Sulawesi dan mayoritas sudah memiliki sertifikasi Pertamina Way (Gas Way) serta mengantongi ISO 9001:2008 dan ISO 14002:2004,” ungkap Rully.
Untuk Pengisian LPG ke dalam tabung 3 kg di SPBE Tanjung Priok,Petras sudah menggunakan Sistem Carousel otomatis, dimana terdapat 2 Unit Carousel yang masing-masing dilengkapi dengan 24 UFM (Unit Filling Machine).
“Kapasitas produksi per unit carousel mencapai 100 Metrik Ton (MT) per hari. Dengan dua unit yang beroperasi, total kapasitas produksi menjadi 200 MT per hari. Adapun pendistribusian LPG 3 kg dari SPBE Tanjung Priok saat ini mencakup wilayah DKI Jakarta,” jelas Rully.
Selain mengimplementasikan sistem otomatis untuk mempercepat proses pengisian, Petras juga mengutamakan aspek safety untuk mencegah insiden. “Petras menggunakan sistem Early Warning System (EWS) yang disebar di 7 titik di area pengisian atau filling hall dan rumah pompa LPG”, ungkap Rohadi selaku Pengawas Utama SPBE Tanjung Priok. Rohadi menambahkan, EWS ini berfungsi untuk mendeteksi jika ada kebocoran, Selain itu di area Filing hall / pengisian LPG juga telah dilengkapi dengan tombol emergency shutdown sehingga katup yang terdapat pada mesin pengisian dapat langsung menutup dan aliran gas terhenti jika terdapat indikasi kebocoran gas.
Sementara itu, Rully menyampaikan bahwa dukungan dari PT Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM menjadi faktor penting dalam pengembangan bisnis SPBE ke depan.
“Dukungan dari Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM menjadi pendorong bagi Petras untuk terus meningkatkan bisnis pengelolaan SPBE di Indonesia. Saat ini Petras mengelola 3% SPBE di skala nasional dan diharapkan dapat terus bertambah ke depannya,” jelas Rully.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan Pertamina Group semakin kuat dalam memastikan ketersediaan dan distribusi LPG yang merata, aman, serta berkelanjutan di seluruh Indonesia.